Simultan & Konsekutif

Job Interpreting yang sering di Request sama Customer atau Client Sekai Elite adalah Job Interpreting Simultan & Konsekutif. Interpreting Konsekutif adalah merupakan suatu kegiatan penerjemahan lisan secara bergantian. Pelaksanaanya bisa diruangan atau diarea kerja (genba ) sedangkan Job Interpreting Simultan adalah Pembicara dan penerjemah berbicara bersama-sama dalam bahasa yang berbeda. Biasanya dalam penerjemahan lisan simultan peserta memakai head set atau alat dengan yang ditempel di telinganya.

Biaya Interpreting Simultan lebih mahal dari biaya Interpreting Konsekutif dan biasanya dipakai pada acara khusus seperti Event formal dan konferensi berskala besar.

  • Biaya Interpretation Konsekutif Rp. 1.750.000/hari kerja ( 225.000/jam)
  • Biaya Interpretation Simultan Rp. 2.800.000/hari kerja ( 350.000/jam)
  • Jam kerja : 08:00 – 17:00, istirahat 1 Jam, jam kerja diatas jam 17:00 overtime
  • Bahasa Jepang – Indonesia & Bahasa Inggris – Indonesia

Berbagi ilmu pengetahuan tentang penerjemah ada 4 Jenis Interpretation :

  1. Sight interpretation ( Interpretasi secara penglihatan ) merupakan suatu kegiatan penerjemahan lisan yang di dalamnya penerjemah tidak mengalihkan pesan dari teks lisan (tuturan), tetapi mengalihkan pesan tertulis dalam Bsu dialihkan/diterjemah/dibaca dalam Bsa. Menurut Hidayat dan Sutopo (2006) penerjemahan seperti ini seolah olah pembicara ada tetapi nyatanya tidak ada. Jadi, yang dialihkan bukan suara speaker, melainkan pesan tertulis yang ada di dalam kertas.
  2. Consecutive interpretation ( Interpretasi secara bergantian ) merupakan suatu kegiatan penerjemahan lisan secara bergantian dalam konferensi atau pertemuan. Pelaksanaanya penerjemah duduk bersama peserta dalam satu ruangan, mencatat apa yang dikatakan pembicara. Kemudian penterjemah mengalihbahasakan pernyataan/ujaran tersebut dengan atau tanpa catatan pada setiap akhir ujaran pembicara (jeda). Proses penerjemahan dilakukan dengan cara bergantian, artinya penerjemah menjelaskan ulang setelah pembicara memberi jeda dalam penjelasannya. Jadi, urutan bicaranya adalah pembicara – penerjemah – pembicara – penerjemah, dan seterusnya.
  3. Simultaneous interpretation ( Interpretasi secara bersamaan ) merupakan suatu kegiatan penerjemahan lisan simultan. Dalam penerjemahan ini penerjemah berada di ruang khusus (booth) yang bersembunyi di balik kaca hitam terpisah dengan peserta konferensi. Biasanya dalam penerjemahan lisan simultan peserta memakai head set atau alat dengan yang ditempel di telinganya. Pembicara dan penerjemah berbicara bersama-sama dalam bahasa yang berbeda. Bilamana peserta tidak ingin mendengarkan bahasa sasaran, mereka bisa melepas head set yang dipakainya. Peserta dapat memilih bahasa sasaran dengan menekan tombol saluran bahasa yang diinginkan melalui head set. Suara yang didengar itu suara interpreter bukan suara speaker.
  4. Whispered interpretation ( Interpretasi secara berbisik ) merupakan suatu kegiatan penerjemahan lisan secara berbisik. Penerjemah yang di dalamnya antara interpreter dan speaker berada bersama-sama dalam satu ruangan. Tempat duduk antara interpreter dan speaker tidak jauh. Penerjemah dan speaker duduk berdampingan. Proses penerjemahan ini dilakukan dengan cara membisikkan informasi kepada pendengarnya. Gaya bicara antara speaker dan interpreter bisa bergantian maupun bersama-sama. Tetapi penerjemah hanya boleh berbisik-bisik dilarang berbicara keras.